Pages

Sabtu, 04 Januari 2014

Pesan Tak Nyata


Hari ini seperti biasa aku menjalani kehidupanku tak ada firasat apapun untuk hari ini. Saatku terbangun dari diriku yang telah terjaga selama beberapa jam, aku pun melakukan kegiatan seperti biasa.
Kegiatanku ku lalui begitu saja. Tetapi rasa kantuk kembali menghampiri diriku saat mentari telah berada di tengah-tengan garis vertikal. Ya.. hari sudah siang dan aku mulai mengantuk, taklama akupun terlelap.
Saatku terlelap ini, aku merasaan aku melampaui batas alam sadarku, aku telah bermimpi, mimpi yang mengingatkanku pada seseorang yang masih ku sayangi. Iya dalam mimpiku ini dia mendatangi rumahku dengan seorang temannya.
Entah siapa temannya itu, firasatku mereka memang dekat, sangat dekat. Entah... aku bingung ada apa dirinya mendatangiku saat ini. Disaat itu akupun mempersilahkan ia dan temannya masuk, akupun menjamunya dengan masih bingung.
Didalam kebingunganku itu si dia meminta izin untuk pergi ke toilet. Oia sebut saja dia "Nenek". Saatku aku mengantarkannya ke toilet rumahku, tanpa sengaja ia berada tepat di belakang badanku.
Saat ingin berbalik badan untuk memberi tahukan tempat toilet berada, tanpa disadari dengan sengaja sikutku menyenggol "Ulu Hati"nya dengan keras dan iapin menabrak dinding yang ada disampingnya, taklama dari itu ia kesakitan dengan memegangi "ulu hati" nya itu.
Iapun akhirnya terjatuh di atas lantai, dengan tetap memegangi "ulu hati" dirinya. Sontak langsung diriku bingung serta panik, karena aku tak sengaja melakukan hal itu. Iya.. ternyata dia pingsan atas kelakuanku yang tak disengaja itu.
Dengan tjepat lalu aku menggendongnya dan membawanya ke tempat untuk dia berbaring. Lalu dengan kepanikan yang ku miliki, Ya.. aku "PANIK" akupun mengambilkan ia wewangian seperti minyak kayu putih untuk dihirupnya. 
Sudah hampir 2 jam berlalu, tapi ia juga masih tak sadarkan diri. Aku semakin bingung, saat menunggu tadipun aku sempatkan untuk mengobrol sesuatu dengan temannya itu. Tak banyak cerita yang kita obrolkaan saati itu dengan temannya.
Tapi temannya menyampaikan padaku bahwa ia (RE:"Nenek") sangat menyayangi diriku bukan dengan "Karena" tetapi dengan "Walaupun". Aku hanya sedikit menyadari ketulusannya itu, akupung mengingat semua kelakuanku yang telah menyakiti dirinya.
Aku tersadar aku terus menyakitinya, meninggikan sikap egoisku, meragukannya. Semuanya ku ingat, ingatanku saat itu hanya tertuju padanya. Tanpa kusadari akhirnya iapun tersadarkan,tanpa bak-bik-buk lagi langsung aku memeluknya dengan tangisku.
Saatku peluk erat saati itupun ku tatap nanar wajahnya, sepertinya ia bingung apa yang terjadi. Kupeluk erat dirinya, berangsur-angsur iapun membalas pelukanku dengan nenanyakan ada apa. Kujelaskan semua, dan iyapun memahaminya.
Lalu seiring dengan bergulirnya waktu, aku dan dia serta temanya tersebutpun mengobrol tentang banyak hal. Dia menceritakan semua keluhkesah yang selama ini ia pendam, begitupula diriku. Temannya hanya menjadi pendengar yang membenarkan perkataanya.
Memang semuanya ini membuatku berfikir, tapi inilah yang harus aku terima. Aku memang takbisa menyadari sepenuhnya saatk aku melakukan kesalahan, tapi aku sangat membutuhkan teguran darinya. Ia berjanji untuk akan selalu mengingatkanku lebih baik lagi.
Ku peluk ia erat-erat lagi, ia pun membalasnya dengan senyum indah yang hanya ia yang punya.Akupun berjanji padanya untuk tak mengulangi semuanya dan menjalankan janjiku padanya yang "Walaupun" aku harus menunggunya 6 tahun yang akan datang sesuati janjiku yang kubuat 2 tahun yang lalu.
Ia pun membalasnya dengan senyuman seakan akan selalu menungguku dengan "Walaupun" mungkin kita sama sama sudah tak lagi muda. Satu hal yang ku dapat pada kali itu, dia menyanyangiku dengan "walaupun". Sedih rasanya memikirkannya lagi dan lagi, tapi itulah kisah.
Tak lama merekapun pamit, mengundurkan diri untuk pulang karena saat itu hari sudah beranjak gelap. Aku mengantarkannya, tetapi saat ku ingin memeluknya untuk terakhir kalinya pada saat itu aku tebangunkan dari mimpi oleh suara panggilan sholat maghrib hari ini.
Ya, ternyata hari ini aku mimpi disiang bolong dengan lamanya. Entah aku terbangun dengan perasaan yang bingung. Memikirkan semuanya yang ada dalam mimpiku barusan. Aku mengingatnya dan akan terus mengingatnya.. SEMUANYA.
Mungkin itu pesan tak nyata yang tak tersadarkan oleh diriku saat ini. Tapi sejenak aku bingung apa sebenarnya pesan yang tersimpan dari "kepamitannya" tersebut kali ini. Entahlah.. tapi ini pelajaran berharga buat diriku.
Terimakasih atas mimpi yang kualami, aku akan selalu mengingat dan belajar dari hal tersebut. Sejenak ku ingat kutipan dari dirinya "Semoga kamu dapet yang lebih baik dari aku ya. Kita ngga bisa balik, tapi aku nunggu disini, masih sayang kamu kok. :)Salam hangat dariku untuk dirinya disana :))

1 komentar:

 

Blogger news


Get this widget:

Blogroll